Malanuza, NTT — Bencana gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak menyurutkan semangat civitas akademika STKIP Citra Bakti untuk terus menjalankan roda pendidikan. Guna memastikan proses belajar-mengajar tetap berjalan di tengah situasi tanggap darurat, pihak kampus mengambil langkah cepat dengan mengalihkan seluruh kegiatan perkuliahan dan sekolah laboratorium ke ruang terbuka.
Area lapangan sepak bola dan lahan parkir kampus kini dimanfaatkan secara optimal menjadi zona pembelajaran darurat. Berdasarkan pantauan di lokasi, tampak sekat-sekat semi-permanen dan tenda-tenda berdiri di sepanjang tepi lapangan hijau untuk menampung para peserta didik.
Dukungan Tenda Bantuan Kemdikdasmen dan BNPB
Untuk menunjang kelayakan proses pembelajaran, STKIP Citra Bakti mendapat dukungan logistik berupa tenda darurat dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Tenda-tenda bantuan yang didirikan di area parkir dan lapangan ini tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa STKIP Citra Bakti, melainkan juga memfasilitasi seluruh jenjang pendidikan yang berada di bawah naungan yayasan/kampus, mulai dari PAUD, SD, SMP, hingga SMA.
“Kami berupaya sebisa mungkin agar anak-anak maupun mahasiswa tidak trauma dan tetap mendapatkan hak belajarnya. Dukungan tenda dari Kemdikdasmen dan BNPB sangat membantu menciptakan ruang kelas darurat yang representatif,” ujar perwakilan pihak kampus saat ditemui di lokasi.
Fasilitas Pendukung: Akses Internet Hingga Tenda Khusus Dosen
Meski berada dalam kondisi serba terbatas, pengelola kampus tetap memperhatikan kelancaran proses akademik modern. Beberapa fasilitas darurat telah disiapkan di area perkuliahan terbuka ini, salah satunya adalah pemasangan titik akses internet (Access Point / Wi-Fi) agar dosen dan mahasiswa tetap dapat mengakses sumber belajar digital maupun sistem informasi kampus.

Tidak hanya ruang kelas, tata kelola administrasi dan persiapan mengajar juga disesuaikan. Beberapa dosen tampak menempati satu tenda bersama yang difungsikan sebagai ruang kerja darurat, tempat koordinasi, sekaligus ruang konsultasi bagi mahasiswa.
Semangat ketangguhan (resilience) yang ditunjukkan oleh civitas akademika STKIP Citra Bakti ini menjadi simbol bahwa pendidikan di NTT tetap berdiri tegak dan pantang menyerah meski dihadapkan pada ujian bencana alam.