NTT Loloskan Tiga PT dalam seleksi Manuskrip Pasti Q1 Tahap I Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan Diktisaintek

Denpasar, (16/9). Dalam upaya peningkatan motivasi dan kemampuan para dosen untuk memublikasikan karya ilmiah di jurnal dengan kategori bereputasi Internasional, dengan kuartil 1 (Q1), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan melalui Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan bekerja sama dengan Universitas PGRI Mahadewa Indonesia melaksanakan Workshop Penulisan Artikel Submit to Journal International Q1 (PASTI-Q1) Tahun 2026.

Direktur Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan dalam sambutan menyatakan dari 1500an manuskrip Q1 yan masuk seleksi, dan yang berhasil lolos seleksi dilatih selama 15-18 di Bali. Sebagai mana dalam surat pengumuman adalah 73 orang

NTT dalam hal ini meloloskan tiga perguruan tinggi yakni: Gde Putu Arya Oka (STKIP Citra Bakti), Arini Aha Pekuwali (Sumba), Desak Made Anggraeni (Nusa Nipa). Jumlah peserta pelatihan sesuai surat undangan nomor 825/DST/C2/DT.05.00/2026 adalaj 73 orang yang berasal dari PTN dan PTN di Nusantara.

Acara pembukaan dilanjutkan pelatihan dari 15 -18 september berlanngsung di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia.

Workshop PASTI Q1 2026 di UPMI Bali diikuti 75 akademisi/dosen dari 63 perguruan tinggi se-Indonesia. Program PASTI Q1 tahun ini digelar di empat kota sekaligus, yakni Denpasar, Bogor Palembang, Makassar, NTT, NTB Untuk Kota Denpasar, dipusatkan di Kampus UPMI

Dirjen Risbang Kemendiktisaintek Dr. Mohammad Fauzan Adziman, ST., M.Eng., dalam sambutan daring, menjelaskan, Workshop PASTI Q1 2026 sangat tinggi peminat, bahkan pendaftar awal tembus 1.740 orang. Tapi karena keterbatasan kuota, diseleksi lagi hingga separuhnya yang dinyatakan lolos mengikuti workshop di empat kota

Visi terdekat, Indonesia menargetkan 70 ribu karya ilmiah, dan 27,5 persennya tembus jurnal internasional terindeks Q1. Salah satu tipsnya dengan program Workshop PASTI Q1 ini. Ia berharap, para peserta memberikan dampak di perguruan tinggi masing-masing setelah mengikuti workshop selama dua hari.

Direktur Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, Ditjen Risbang, Kemendiktisaintek Prof. Dr.rer.pol. Heri Kuswanto, M.Si., di sela membuka workshop menambahkan, target kementerian menggenjot 27,5 persen dari 70 ribu karya ilmiah dosen masih sangat jauh. Namun bukan berarti tidak mungkin dicapai dengan memperkuat kolaborasi.

Para peserta workshop merupakan bagian dari tim untuk mencapai target itu. Saat ini, dari 60 ribuan karya baru sekitar 400 yang tembus jurnal Q1. Para peserta workshop juga berpeluang menjadi narasumber dalam berbagai program Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, Dikti. “Kami punya banyak program. Nanti bapak/ibu bisa kami undang sebagai pakar,” jelasnya.

Usai sambutan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh tim pakar dari Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan. Kemudian kegiatan selanjutnya pendampingan perkelompok yang dipandu dan dibimbing oleh masing-masing pakar pada setiap kelompok.

Setiap Peserta mendapat mentoring person to person selama pendampingan